Bukan Sekedar Merelakan

98980427-3769-46b6-a176-1009184d1b18

Dari empat kali penerbangan yang pernah kulakukan dari Jakarta menuju ke Palembang, dua di antaranya membuatku sedikit terhambat di pemeriksaan. Yang pertama terhambat karena aku membawa set kunci L yang kusiapkan untuk keperluan sepedaku. Saat itu, karena aku bersama temanku yang berkantor di area bandara, akhirnya aku meminta bantuan agar memanggilkan rekan untuk mengamankan sehingga bisa kuambil kembali pada saat kembali.

Kemudian yang keduanya, aku terhambat karena tak sengaja membawa pisau lipat. Pisau lipat yang aku beli pada Ramadhan tahun sebelumnya yang telah banyak kunikmati manfaatnya, mulai dari mengupas buah dan berbagai fungsi praktis lainnya. Namun karena sendirian dan tidak ada waktu untuk memindahkan bawaan ke bagasi kargo, saat itu terpaksa aku harus meninggalkan pisau itu di kotak pengamanan petugas Avsec. Sejenak berpikir ulang, bahwa pisau yang biasanya bermanfaat itu akan sangat sayang jika dibuang, akhirnya aku memutuskan kembali ke petugas yang mengamankan tadi.
“Pak, pisau saya yang diamankan tadi di mana ya Pak?”

“Oh, ada Pak. Mau dibawa?”

“Enggak Pak, tapi mau berpesan aja agar pisau tersebut jangan dibuang?”

“Lha memangnya kenapa Pak dengan pisau itu?”

“Tidak ada apa-apa Pak, hanya sayang kalau dibuang nanti manfaatnya jadi hilang”

“Owwh”

“Pokoknya jangan dibuang ya Pak.. Mau Bapak yang make atau siapapun terserah Bapak, saya minta tolong ke Bapak bagaimana caranya agar pisau itu tidak putus manfaatnya. Kan sayang kalau pisau itu tidak lagi bermanfaat Pak.”

“Baik Pak, nanti akan saya bawa pisaunya”

“Oke Pak. Terima kasih banyak”

Dari pengalaman di atas, jika sekedar merelakan aku akan rugi paling tidak seharga pisau yang saya beli. Namun, jika aku merelakan dan berusaha untuk mencari cara agar bermanfaat bagi orang lain, pengalaman kedua itulah yang akan selalu aku usahakan untuk membuka potensi kebermanfaatan.

Advertisements

Hari Kesaktian Pancasila

wp_ss_20170416_0004

Ke manapun aku mengayuh

Pancasila kan kupegang teguh

Ke manapun pergi

Pancasila kujunjung tinggi

Jakarta, Kota Kejam Kesayangan

Nampak bayang-bayang gedung menjulang di kejauhan. Seperti berusaha menggapai langit yang menyajikan keindahan di pergantian siang menuju malam. Matahari yang nampak condong di sisi selatan, menandakan belum berakhirnya musim penghujan.

Beginilah senja di Ibukota yang sempat kutangkap dari pinggirannya. Setengahnya cerah dan separuh lainnya berawan. Demikian pula realita kehidupannya. Satu sisi kejam, namun sayang untuk ditinggalkan.

siluetkotakesayangan

Continue reading

Yang Indah Karena Jarang Terjamah

Air Terjun Sumber Pitu / Coban PituSecarik bendera Merah Putih berkibar dengan gagah di pucuk pohon ternaungi air terjun yang indah. Gemericik air yang jauh dari kebisingan jalan memberi nuansa damai yang menenangkan. Setidaknya itulah yang kudapatkan setelah berjalan kaki kurang lebih 1 jam mengarungi perbukitan untuk menuju lokasi air terjun Sumber Pitu yang baru tahun 2014 lalu dibuka menjadi kawasan wisata.

Ada tiga hal yang kudapati di sana..

Continue reading

Rute Perjalanan

KA_Majapahit

 

Hujan sudah reda namun masih menyisakan jejak-jejaknya di stasiun kereta. Beberapa orang nampak berdiri di pelataran menanti kepastian kapan ‘ular besi’ itu diberangkatkan. Tidak ada kepastian yang disampaikan oleh pihak pengelola. Antara bingung dan jenuh karena liburan yang direncanakan pada hari sabtu pagi tertunda oleh perjalanan tanpa kejelasan. Saat itu, sudah lebih 3 jam dari yang seharusnya, dan stasiun itu bukanlah yang biasanya dilewati.

Biasanya Majapahit akan melaju dari Semarang menuju Solo. Namun, saat itu jalur mendadak beralih ke arah cepu atau jalur utara hingga ke Lamongan dan Surabaya Pasar Turi. Hingga jam 7 pagi, perjalanan panjang itu hanya beranjak 1 stasiun mendekati Kabupaten Purwodadi. Setelah mencoba mencari tahu, ternyata yang menyebabkan segala kekacauan itu adalah adanya lintasan kereta yang ambles dikarenakan hujan deras semalam sehingga jalur Semarang Solo lumpuh sementara waktu. Continue reading