Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri

IMG_0436
Megah, bercahaya di tengah kegelapan. Setidaknya itulah kenampakan pada malam hari Monumen Simpang Lima Gumul yang saat ini menjadi ikon tersendiri bagi Kabupaten Kediri. Sebuah ruang terbuka dengan bangunan yang mirip dengan bangunan Eropa tersebut selalu ramai dikunjungi orang baik dari warga Kediri sendiri maupun pendatang yang berkunjung atau singgah di Kediri.

Tempat yang nyaman dan aman berada di tengah sebuah bundaran, memberikan suasana tersendiri bagi para pengunjung. Letak monumen yang agak lebih tinggi dari bangunan di sekitarnya membuat angin sepoi-sepoi mengalir bebas membawa kesejukan. Untuk bisa menjangkau ke tengah monumen, kita tidak perlu mengorbankan keamanan dengan menyeberang menembus keramaian jalan. Ada sebuah terowongan tersendiri yang berada di bawah jalan bundaran yang menghubungkan tempat parkir dengan monumen simpang lima tersebut.

Bagi saya, SLG itu merupakan sebuah taman hiburan ideal di mana kita benar-benar bisa berjalan-jalan di sebuah taman. Seperti di luar Negeri, di lokasi monumen tersebut benar-benar steril dari pedagang asongan. Namun untuk urusan jajan, makanan dan minuman atau oleh-oleh, anda tidak perlu khawatir. Ada lokasi tersendiri di mana para pedagang itu menjajakan aneka makanan dan minuman. Lokasinya di dekat tempat parkir, lebih luar dibandingkan parkiran jika Monumen SLG dianggap sebagai pusat/titik tengah sebuah bundaran.

Advertisements

When The Sea Go Upside

blueandgreenBerbicara tentang keindahan alam Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Lihatlah hamparan hijau perkebunan teh yang begitu sejuk dipandang ditambah langit biru cerah yang mendamaikan. Keduanya berpadu dalam harmoni alam yang merdu dinikmati. Langit biru yang begitu jernih itu seperti birunya laut yang berpindah ke angkasa. Hijau dedaunan yang terhampar pun begitu memanjakan mata. Pucuk-pucuk daun teh yang berwarna hijau kekuningan begitu menggoda untuk dipetik. Pepohonan yang tumbuh di puncak bukit kebun teh dengan warna hijau yang lebih tua memberikan gambaran sebuah penghubung indahnya bumi dan luasnya langit. Continue reading

Pagi Yan Dinanti (Sunrise Ranca Upas, Dekat Kawah Putih)

Meski palsu namun tetap indah.

Waktu pagi di pegunungan adalah waktu yang paling dinanti, indah dan menyegarkan. Bisa menikmati indahnya sunrise dan hangatnya matahari pagi setelah semalaman diselimuti dingin dan kegelapan adalah laksana menemukan telaga di tengah sengat teriknya sahara. Laksana melihat pelita setelah hitam yang mencekam.

 

IMG_1186

#‎latepost‬ ‪#‎rancaupas‬ ‪#‎fakebutbeauty

Continue reading

Ketika Engkau Tumbuh

IMG_1193Ingatlah bahwa semakin tinggi sebuah pohon semakin kencang pula angin yang menerjang. Tetaplah istiqomah dan jadikan sabar dan syukur menjadi kendaraanmu selalu, karena tungggangan yang tidak akan mencelakakan pengendaranya adalah sabar dan syukur. 

Tak mengapa meski “pakaian” kulit luarmu nampak berantakan dan compang-camping, karena sebaik-baik pakaian adalah taqwa.

Continue reading

Yang Terlupa dan Dirindukan

Masjid AR. Fachruddin

Masjid AR. Fachruddin

 

Tempat yang terkadang dilupakan. Masih terlalu banyak umat yang berkeliaran meski panggilan telah dilantunkan. Seolah mereka menutup mata dan telinga. Tak mengindahkan sedikitpun seraya berkata, “Ah, nanti saja di rumah”.
Banyak manusia yang lupa bahwa Izrail bisa bertamu kapan saja. Banyak yang mengabaikan bahwa sholat di awal waktu adalah keutamaan.

Di sisi lain, masjid adalah tempat yang paling dirindukan oleh sebagian orang. Orang yang menghiasi setiap kerja dan belajarnya sebagai sebuah pengabdiannya kepada Tuhan. Ketika penat menyergap di sela-sela aktivitas yang padat, sholat bisa menjadi obat. Sebagaimana dalam kisah Rasul bersama Sahabat, “Yaa Bilaal, Arrihna bish sholaah”, wahai Bilal, rehatkanlah kami dengan sholat. Seketika itu juga, Sang Sahabat mengumandangkan Adzan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendirikan sholat dan senantiasa memakmurkan Masjid hingga akhir hayat.